SD IT Rabbani– Sabtu, 29 Juni 2019 menjadi momen tak terlupakan bagi warga SD IT Rabbani. Setelah melakukan persiapan kurang lebih 2 bulan (diantarai dengan libur Ramadhan), akhirnya tibalah hari H acara penamatan dan kenaikan kelas yang memasuki tahun ke-5 sejak sekolah ini didirikan.
Kegiatan penamatan yang digelar di Hotel Novena, kali ini mengusung tema “Membangun Jiwa Patriotisme dalam Bingkai Ketakwaan”. Tema ini terinspirasi dari sejarah berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesi (NKRI), terutama peran kaum muslimin yang tak banyak diangkat dalam catatan sejarah. Jika ditelisik lebih jauh, kita akan menemukan bahwa tokoh muslim, alim ulama, para santri hingga pemegang tampuk kekuasaan dari kerajaan-kerajaan Islam memiliki andil yang sangat besar dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Sebut saja bung Tomo, nama besar dibalik penetapan Surabaya sebagai kota Pahlawan, menjadikan kalimat takbir sebagai pembakar semangat perjuangan di setiap pidato-pidato yang lantang ia suarakan. Meyakinkan arek-arek suroboyo yang awalnya ciut sebab ultimatum pihak penjajah, berbalik melakukan perlawanan pada 10 November 1945 dengan semangat jihad fii sabilillah. Pidato-pidato bung Tomo sendiri merupakan bagian dari manifestasi Resolusi Jihad yang dicanangkan pada 22 Oktober 1945 di Surabaya. Resolusi yang disampaikan oleh KH. Hasyim Asy’ari tersebut memuat keputusan diantaranya, bahwa berperang melawan penjajahan hukumnya fardhu ‘ain bagi setiap muslim.
Masih banyak kisah di balik kemerdekaan RI yang menunjukkan bahwa jiwa patriotisme telah mengakar sejak lama dalam diri kaum muslimin sejati. Jiwa patriotisme yang dibingkai ketakwaan pada Sang Ilahi, yang meyakini seluruh perjuangannya bernilai syahid di sisi-Nya. Tokoh-tokoh muslim inilah yang berhasil mengobarkan semangat perlawanan rakyat di seantero nusantara. Harapannya, generasi hari ini bisa mengambil teladan dari para pendahulunya, menghargai dan mengingat jasa para pahlawan serta meneruskan perjuangan mereka.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Yayasan Ibnu Qayyim Wahdah Islamiyah DPD Bone, Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Bone, Pengawas UPTD Tanete Riattang, pengurus harian Muslimah Wahdah Islamiyah DPD Bone, pengurus harian DPD Wahdah Islamiyah Bone, serta para undangan dan orangtua/ wali siswa. Para undangan tampak antusias menyimak penampilan setiap kelas hingga prosesi penamatan yang menjadi puncak acara.
Dalam sambutannya, bapak Kepala Dinas Pendidikan Bone menyatakan bahwa SD IT Rabbani telah memberi warna tersendiri serta menjadi inspirasi sekolah-sekolah dasar di kabupaten Bone. Beliau secara khusus menyampaikan aspirasi kepada Yayasan Ibnu Qayyim yang telah menyumbangkan kontribusinya di dunia pendidikan, khususnya di lingkup kabupaten Bone.
Seru, kocak, dan penuh haru mewarnai sepanjang kegiatan penamatan. Setiap kelas bergiliran menunjukkan penampilan terbaiknya. Ada yang membawakan lagu-lagu kebangsaan, hafalan hadits serta surah-surah pendek yang dikemas satu paket sesuai tema. Sebagai prolog, tampil beberapa murid yang membawakan sosiodrama di awal mengenai patriotisme para pejuang melawan pihak penjajah. Di akhir acara, ada prosesi penamatan yang melibatkan siswa kelas 6 beserta masing-masing orangtua/wali. Penutup sesi inilah yang menguras banyak airmata, tak hanya orangtua dan siswa yang baru saja menjadi alumni, para guru dan hadirin yang menyaksikan turut larut dalam keharuan.
“Penamatan kali ini menguras air mata dan terasa berat melepas anak-anak kami,” ungkap A. Astrinika Khaikal, S. Sos, wali kelas 6 Putra.
“Haru melihat mereka berdiri di panggung melantunkan dengan lantang Mars kebanggaan sekolah (Mars Rabbani,red.) untuk terakhir kalinya. Puncaknya ketika mereka memasangkan mahkota kepada orangtua masing-masing sebagai simbol hadiah yang akan mereka persembahkan di surga kelak,” papar ustadzah yang berkesempatan dua kali mendampingi siswa putranya tersebut di jenjang kelas yang berbeda.
Sebanyak 47 siswa dari dua rombel yang mengikuti prosesi penamatan. Terhitung 140 alumni telah menamatkan masa belajarnya di sekolah yang memiliki motto “Memandu Peradaban Qur’ani” ini.





No comment