SD IT RABBANI- Semangat kemerdekaan selalu mengingatkan kita tentang perjuangan dan pengorbanan para pahlawan. Tak terhitung berapa nyawa yang melayang, berapa kali seruan takbir menggema di medan pertempuran. Atmosfirnya pun turut menyebar hingga ke dinding-dinding kelas SD IT Rabbani. Sebagai bentuk partisipasi warga sekolah dalam mendukung semangat ini, diadakanlah lomba antarkelas “Display Kelas Merah-Putih”. Lomba diikuti oleh semua kelas dengan syarat minimal menggunakan 25% ornamen “Merah-Putih” dari keseluruhan properti.
Masa lomba berlangsung pada tanggal 18-23 Agustus. Tak hanya melibatkan guru dan siswa, orangtua juga antusias ikut berpartisipasi. Mulai dari yang menawarkan bantuan ide, tenaga, uang hingga doa. Eit, jangan salah, yang terakhir tadi juga penting, bukankah doa adalah senjata seorang mukmin?
Di tengah kesibukan wali kelas yang padat dengan jam mengajar berikut administrasinya, mereka menyempatkan waktu untuk memasang display dan dekorasi. Berbagai ornamen berwarna merah dan putih, baik handmade atau pernak-pernik jadi, menghiasi sudut-sudut kelas. Dalam hitungan beberapa hari saja, kelas yang awalnya tampak biasa dengan banyak sisi polosnya, berubah meriah dan keren maa syaa Allah.
Drama turut mewarnai lomba display yang baru pertama kali digelar ini. Kelas 2 Umar bin Khaththab B misalnya, salah satu kelas yang paling mandiri. Meski terpaksa ditinggal beberapa hari oleh wali kelas karena ada urusan penting yang juga mendadak, tak menjadi kendala berarti untuk tetap melanjutkan dekorasi. Salut kepada wali siswa yang mengambil inisiatif bekerjasama meneruskan proses display. Tanpa sepengetahuan wali kelas, mereka datang membawa berbagai kebutuhan dekorasi dan memasangnya hingga malam hari. Wah, gurunya jadi speechless penuh haru dibuatnya.
Lain halnya dengan kelas 1 Abu Bakar Ash-Shiddiq B, setelah tim ibu-ibu memasang berbagai ornamen di salah satu sisi kelas, datanglah tim bapak-bapak yang membongkarnya dan mengganti dengan wallpaper cinta NKRI. Terbayang bagaimana ekspresi ibu-ibu mengetahui hal itu? Airmata (emoticon sih) pun membanjiri grup kelas. Alhamdulillahnya, dekorasi yang sempat dicopot tersebut masih bisa dipasang di sisi yang lain.
Nah, di kelas 1 Ash-Shiddiq A, meskipun masih banyak aitem display yang kurang namun memiliki keunikan sendiri. Kelas ini memasang ornamen yang berbeda dari kebanyakan kelas, diantaranya layangan merah-putih dan hiasan handmade dari orangtua siswa. Banyak siswa yang berkunjung dan ingin membeli layangannya lho.
Sasaran pemasangan dekorasi tentu saja bagian dinding dan langit-langit kelas. Di sini, para “desainer kelas” harus bersahabat dengan ketinggian dengan menggunakan peralatan sederhana seperti tangga, meja, dan tumpukan kursi. Wali kelas yang fobia ketinggian pun berjuang melawan rasa takutnya. Tak mau kalah dengan kumpulan emak-emak di kelas sebelah, yang dengan santainya mendekor hingga di atas lemari. Perjuangan tak berhenti di situ, mereka harus menjaga semua properti hingga penilaian usai. Tantangan setiap kelas pun beragam. Ada yang harus bersabar menempel kembali setiap benda yang terlepas karena tertiup angin. Lampion jatuh tak berdaya. Balon-balon meletus sebelum dan setelah dipasang.
Budget yang dihabiskan untuk menyelesaikan display berbeda-beda setiap kelas. Umumnya menggunakan dana infak kelas, bantuan dari orangtua siswa, dan barang-barang bekas yang tersedia.
Saat yang paling sulit adalah penentuan juara. Yang awalnya hanya ada tiga kategori (juara 1,2, dan 3), terpaksa ditambah kategori lainnya (juara harapan 1,2, dan 3). Yap, terpaksa. Maunya sih semua dapat juara, hehe. Tak ada kelas yang punya paket lengkap di semua kriteria penilaian. Yang ada, masing-masing kelas memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Alaa kulli hal, barakallahu fiik kepada kelas yang berhasil keluar menjadi juara. Setidaknya kelas yang juara punya poin lebih dari aspek kreativitas, atau kelengkapan display, atau nuansa merah-putihnya, atau kebersihan dan kerapiannya.
Kesimpulannya, semua turut bersemangat mengambil bagian, orangtua siswa pun semakin dekat dan akrab dengan adanya kegiatan ini. Plus, display-nya lebih cepat rampung ketimbang sebelum lomba.



No comment