Bone – Suasana ceria dan semangat belajar sangat terasa dalam kegiatan Outing Class siswa-siswi Kelas IV SDIT Rabbani Bone yang mengusung tema “Petualangan di Kebun Sayur”, Kamis (18/9). Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran mata pelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) dengan fokus materi mengamati tumbuh-tumbuhan secara langsung di lingkungan alam.
Bertempat di Istana Sayur, Desa Lampoko, Kecamatan Barebbo, para siswa diajak menjelajahi kebun sambil mengenal dan mengamati berbagai bagian tumbuhan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengalaman belajar langsung di alam terbuka, sehingga siswa dapat lebih memahami fungsi dan ciri-ciri bagian tumbuhan seperti akar, batang, daun, hingga proses perkembangbiakannya.
Kegiatan diawali dengan pengarahan dari Kepala Sekolah dan para ustadzah. Setiap kelas kemudian mewawancarai petugas kebun yang telah ditugaskan sebagai narasumber. Setelah sesi wawancara, siswa melakukan pengamatan langsung terhadap tanaman-tanaman yang ada di kebun. Di akhir kegiatan, setiap kelas mempresentasikan hasil pengamatan mereka di hadapan teman-teman dan guru pendamping.

Kegiatan ini terbukti sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa. Dengan bimbingan langsung dari pemandu kebun, siswa tidak hanya melihat secara visual, tetapi juga mendapatkan penjelasan rinci mengenai tumbuhan dari narasumber yang berpengalaman.
Siswa terlihat sangat antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Banyak di antara mereka yang menyatakan bahwa ini adalah pengalaman belajar yang menyenangkan dan tidak terlupakan. “Ini pengalaman baru buat kami. Jalan-jalan sambil belajar. Banyak hal baru yang didapatkan di sana,” ungkap salah satu siswa dengan semangat.
Dalam sesi wawancara, penanggung jawab kebun sayur, Awal Anda Rezki, S.Tr.Pt, menyampaikan bahwa Istana Sayur telah berdiri sejak tahun 2018. “Istana Sayur ini didirikan oleh Kepala Desa saat itu, Bapak Usman, sebagai program pengembangan bibit dan pupuk untuk warga. Seiring waktu, tempat ini berkembang menjadi lokasi praktik kerja lapangan (PKL) bagi siswa-siswi SMK, yang bahkan tinggal di lokasi selama enam bulan,” jelasnya.
Kegiatan Outing Class ini menjadi bentuk nyata pembelajaran aktif di SDIT Rabbani Bone yang tidak hanya fokus pada teori di kelas, tetapi juga memberikan pengalaman langsung di lapangan, guna membentuk karakter siswa yang cinta alam, kritis, dan penuh rasa ingin tahu.


No comment